Marda Arauf | Media Informasi

Berbagi Informasi dan Ilmu Pengetahuan

Costumer Service Juga Dimanfaatkan Pelanggan Untuk Cari Jodoh

Costumer service (CS) umumnya disediakan untuk membantu pelanggan dalam menangani masalah terkait layanan yang disediakan sebuah perusahaan. Namun, tak sedikit orang yang menghubungi costumer service hanya sekedar untuk mencari jodoh. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Firman Akbar, Deputy Head Call Center PT XL Axiata Tbk saat tim Tekno Liputan6.com mengunjungi pusat layanan pelanggan XL di Jogjakarta dalam rangkaian uji jaringan kesiapan Idul Fitri 2014. "Banyak juga orang yang mencari jodoh, misalnya bertanya kapan CS-nya pulang terus nanya nomor telepon atau rumahnya. 

Biasanya pihak kami akan memutuskan saluran dengan santun dan tetap sesuai prosedur karena mereka tetap pelanggan," kata Firman. Selain itu, Firman mengaku bahwa pelanggan juga masih sering menelepon layanan pelanggan untuk menanyakan kode lagu yang ingin dijadikan ring back tone (RBT) maupun mengaktifkan layanan lainnya. 

"Masih banyak juga pelanggan yang menghubungi kita untuk nanya kode RBT atau layanan lain karena mereka tidak mau ribet untuk mencarinya. Kalau telepon ke CS kan, mereka langsung bisa menerima lagu aktif di nomornya," tambah Firman. Pria berdarah Batak itu pun menyebutkan bahwa pihaknya memang menyediakan kemampuan asistensi pengaturan ponsel dan pemahaman produk yang baik ke tenaga CS-nya. Kemampuan asistensi itu diklaim membuat tenaga CS XL disebut sebagai Costumer Engagement Champion alias CEC.

"Kami mempunyai lebih dari 800 orang CEC yang siap melayani pelanggan XL. Mereka tersebar di Jogjakarta sebanyak 600 orang dan di Jakarta 300 orang, yang mana siap menangani setiap keluhan pelanggan terkait layanan XL," papar Firman. 

– See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2064148/costumer-service-juga-dimanfaatkan-pelanggan-untuk-cari-jodoh#sthash.3JTTMUek.dpuf

Mental Rotations

Untuk melakukan tugas ini subyek harus memutar orientasi salah satu obyek gambar di memori (secara mental) dan mencocokkan dengan obyek yang lain. Aliran imagist memprediksikan bahwa semakin besar rotasi, semakin lama waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas tersebut. Asumsinya adalah proses rotasi mental sama dengan tindakan fisik untuk melakukan hal yang sama pada selembar kertas dengan bentuk yang sama pada meja. 
Semakin besar gerakan yang harus dilakukan pada obyek untuk mencocokkan dengan bentuk yang lain, akan membutuhkan waktu yang semakin lama. Sebaliknya aliran proposionalis beranggapan bahwa kompleksitas dalam jumlah proposisi yang harus ditransformasikan, yang mempengaruhi waktu untuk memutar obyek secara mental, dan bukan perbedaan sudutnya.
 Oleh karena itu obyek yang secara fisik lebih kompleks (mempunyai banyak proyeksi) akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diputar dan dicocokkan dibanding dengan obyek yang relatif sederhana. Dari penelitian ditemukan bahwa jumlah gerakan yang diperlukan berpengaruh pada waktu yang diperlukan, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa kompleksitas bentuk yang merupakan faktor penentu. 
Barfield (1988) menemukan bahwa jika menggunakan model wireframe padaCAD dengan penampil resolusi tinggi, baik kompleksitas maupun perbedaan disparity (jumlah siku) akan mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Bentuk Representasi

Representasi terdistribusi adalah jaringan titik-titik dimana pengetahuan secara implisit berada dalam hubungan antar titik tersebut. Dua bentuk representasi sebelumnya dipandang sebagai representasi simbolis, sedang yang terakhir sianggap sebagai representasi sub-simbolis

Pengertian HCI

Pada tahun 1970 mulai dikenal istilah antarmuka pengguna (user interface), yang juga dikenal dengan istilah Man-Machine Interface (MMI), dan mulai menjadi topik perhatian bagi peneliti dan perancang sistem. Perusahaan komputer mulai memikirkan aspek fisik dari antarmuka pengguna sebagai faktor penentu keberhasilan dalam pemasaran produknya. Istilah Human-Computer Interaction (HCI) mulai muncul pertengahan tahun 1980-an sebagai bidang studi yang baru. Istilah HCI mengisyaratkan bahwa bidang studi ini mempunyai fokus yang lebih luas, tidak hanya sekedar perancangan antarmuka secara fisik.

Air Terjun Cicurug, Potensi Bagus Indonesia

Hawa udara yang dingin dan sejuk. Lingkungan alam pegunungan yang masih asri, air yang tumpah dari ketinggian meluncur ke bawah, menawarkan pesona alam yang alami kepada para pengunjung yang datang ke lokasi ini. Air terjun Sarmun, demikian orang menyebutnya. Terletak di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, lereng sebelah Timur Gunung Rajabasa, di Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Air terjun Cicurug berasal dari bahasa Sunda, Curug yang berarti air terjun. Air terjun ini ramai dikunjungi pada hari biasa dan hari libur.

Banyak wisatawan yang datang dari berbagai tempat untuk menikmati pesona tempat ini. Riski (27) seorang warga Kedaton, Kalianda mengajak Hendra (12) dan Hamid (19) saudaranya yang berasal dari Palembang untuk berwisata ke tempat itu, dan mandi di bawah guyuran air terjun setinggi sekitar 20 meter tersebut. “Biasanya kami mengajak saudara dari luar daerah berwisata ke pantai pesisir. Kali ini mencoba suasana yang baru yaitu wisata alam pegunungan. Sengaja datang ke air terjun ini karena bagus dan lokasinya juga mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua,“ ujarnya, Minggu (8/1).

Namun menurutnya, meski menawarkan pesona yang cukup menarik, perlu pembenahan di berbagai hal. “Tempat wisata ini banyak dikunjungi orang namun sarananya kurang memadai. Untuk tempat ganti baju dan bilas saja tidak ada, bahkan kalau wanita ya harus ganti baju di balik batu-batu besar. Seharusnya ada lokasi yang representatif layakya tempat wisata lain,“keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Solimah (34), seorang ibu warga Cugung yang berjualan di lokasi air terjun tersebut. Ia mengeluhkan tidak adanya tempat untuk berjualan sehingga ia menggelar dagangannya di tanah. “Pada hari libur pengunjung bisa mencapai 70 orang atau lebih. Bahkan jika cuaca bagus dan liburan anak sekolah bisa mencapai 150 orang. Tapi di sini tidak ada tempat untuk jualan. Lokasi parkir kendaraan juga kurang memadai,“ ujar ibu dua anak yang hampir setahun berjualan minuman, rokok, dan makanan ringan di tempat itu.

Untuk diketahui, Air terjun Cicurug merupakan salah satu air terjun favorit yag ada di Lampung Selatan (Lamsel). Butuh waktu 45 menit dari Kalianda untuk menuju lokasi ini dengan menggunakan moda kendaraan bermotor. Setelah itu, untuk menuju air terjun tersebut wisatawan harus berjalan sekitar 500 meter dari jalan Desa Cugung.

Disayangkan kondisi jalan yang belum lebar dan jalan paving yang mulai amblas dan retak di beberapa titik dan jalan paving tidak sampai ke lokasi air terjun. Pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat harus memarkirkan kendaraannya jauh dari lokasi, dan dilanjutkan berjalan kaki ke air terjun. Sedangkan pengguna kendaraan roda dua bisa mencapai lokasi. Jalan paving blok yang dibuat cukup mambantu meski pada musim penghujan cukup licin.

Untuk menarik wisatawan baik lokal maupun luar daerah perlu dibenahi berbagai infrastruktur penunjang. Diantaranya jalan yang menuju ke lokasi air terjun perlu diperlebar, tempat parkir, dan beragam infrastruktur lainnya yang mendukung untuk lokasi wisata.